Omilove, melihat anak kejang apalagi buat yang pertama memang menjadi momen menegangkan. Banyak juga orang yang bilang buat mengganjal mulut Si Kecil dengan sendok saat terjadi kejang demam pada bayi, dengan tujuan supaya lidhanya tidak tergigit. Tapi mengganjal mulut Si Kecil dengan sendok saat terjadi kejang demam pada bayi justru membuat masalah lainnya.
Tindakan memasukkan benda asing ke dalam mulut kepada penderita kejang bisa memicu masalah yang baru, seperti kerusakan jaringan gusi dan sebagainya. Sebab ada cara sederhana yang mudah buat mengatasi kejang.
Cara terbaik sebagai pertolongan pertama kejang pada bayi adalah menurunkan suhu tubuhnya. Bisa dengan memberikan paracetamol, ibuprofen, atau memberinya kompres.
Baca Juga: Cek Fakta Dari Mitos Bayi Tidur Berikut Ini, Bunda!
Apa itu kejang?
Kejang adalah suatu kondisi kedaruratan yang dialami bayi berusia 6 sampai berusia 5 tahun. Kejang demam pada anak terjadi akibat kenaikan suhu tubuh atau demam yang tinggi. Demam tinggi umumnya juga disebabkan oleh infeksi virus, dan bakteri. Selain itu, kejang juga dapat menjadi kondisi setelah imunisasi, seperti vaksin DPT dan MMR.
Tapi jangan salah, Omilove. Vaksin bukan penyebab kejang demam, melainkan karena demam tinggi yang Si Kecil alami pasca vaksinasi. Faktor risiko yang menyebabkan kejang berulang adalah:
- Riwayat anggota keluarga dengan kejang demam
- Riwayat kejang demam sebelumnya berlangsung lebih dari 15 menit atau terjadi ketika suhu tubuh di bawah 40 derajat Celcius
- Terjadi pertama kali sebeleum anak berusia 18 bulan
Ciri-ciri kejang pada Si Kecil
Sebelum terjadi kejang, Si Kecil akan menunjukkan beberapa tanda dan gejala seperti:
- Demam tinggi dengan suhu lebih dari 38 derajat Celcius
- Kedua tangan dan kaki menyentak-nyentak
- Mata berputar ke atas
- Tidak sadar atau tidur setelah kejang selesai
Berdasarkan lamanya kejang berlangsung, kondisi kejang dapat terbagi atas dua jenis yakni:
-
Kejang demam sederhana
Kejang demam sederhana terjadi pada seluruh bagian tubuh dan tidak berulang dalam waktu 24 jam. Durasi kejang ini hanya berlangsung beberapa detik hingga kurang dari 15 menit.
-
Kejang demam kompleks
Kejang demam kompleks biasanya hanya timbul pada salah satu bagian tubuh, misal tangan dan kaki kiri saja. Selain itu kejang dapat berulang dalam periode 24 jam dan berlangsung lebih dari 15 menit.
Baca Juga: Tips Cara Menggendong Si Kecil Sesuai Usianya
Bedakan kejang demam dan epilepsi
Dokter bisa meresepkan obat antikejang jika Si Kecil mengalami kejang demam berulang. Dosis obat antikejangnya pun akan sesuai dengan berat badan dan usia Si Kecil. Omilove juga permu membedakan kejang demam dengan epilepsi. Epilepsi tidak disebabkan oleh demam yang tinggi melainkan gangguan aktivitas otak. Namun menurut penelitian, risiko epilepsi memang dapat meningkat sebesar 5-19% pada anak pencerita kejang demam dengan kondisi:
- Kejang demam kompleks
- Gangguan perkembangan saraf dan otak
- Riwayat epilepsi di keluarga
Untuk menentukan penyebab kejang demam pada Si Kecil, dokter juga akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lainnya. Pad akejang demam kompleks, dokter juga akan menyarankan pemeriksaan EEG dan MWI otak. -MR